MENU

MENU : TERAS I MESSENGER OF PEACE I CURHATAN HATI I SASTRA & CERITA I PENGALAMAN HIDUP I IDE DAN TIPS I PRAMUKA I TENTANG TEGAL I


Instagram Instagram

Kamis, 16 Mei 2013

TIPS DALAM BEKERJA

Wow, jam 2 pagi, saya terbangun di tengah malam. Panas malam ini membuat saya terbangun. Selepas main badminton pukul empat sore dan selepas magrib langsung ngajar membuat saya merasa capai sehingga badan saya tidak bisa untuk diistirahatkan total. Walaupun demikian, hal yang bisa saya ceritakan hari ini adalah bahwa saya mendapat pencerahan dari orang tua murid (ibu-ibu). Walau baru kenal, ibunya sangat mudah bergaul dan saya suka itu sehingga kami cukup akrab malam tadi. Ngajarnya bisa dua jam tetapi ngobrol dengan ibunya mungkin ada sejam. 

Hal yang kami bicarakan adalah tentang pengalaman beliau bekerja sewaktu muda di perusahaan (bank) asing (sekilas saya juga dengar impor) cabang Prancis, pelaporan perusahaan ke Singapura. Beberapa hal yang bisa simpulkan, berikut:


  • Beliau dari Sastra Inggris tetapi bekerja di kesekretariatan perusahaan swasta. Banyak hal yang tidak nyambung antara jurusan dengan pekerjaan. Bermodal bahasa Inggris, beliau bisa masuk perusahaan ini. Pekerjaan yang dilakukan tidak menjadi penerjemah atau apa. Dari resepsionis, pembukuan, akuntansipun beliau lakukan walau beliau tidak pernah belajar atau melakukan itu. Ini dia, kebanyakan dari kita jurusan dan pekerjaan itu tidak nyambung. Kadang saya berpikir kalau pemikiran saya terlalu idealis, yaitu seharusnya jurusan bisa membawa kita ke pekerjaan yang sama atau hampir sama dengan jurusan. Tidak semudah membalikkan telapak tangan, mungkin saya belum sepenuhnya mengalami fase yang kita tidak tahu kita akan melakukan apa di kemudian hari (yaitu terjun langsung di pekerjaan). 
  • Mengapa beliau bisa melakukan hal yang belum pernah dipelajar sebelumnya? Beliau mau belajar. Akuntansi pun belum pernah beliau pelajari tetapi beliau bisa melakukan manajemen layaknya akuntansi selama 15 tahun bekerja. Beliau saja tidak habis pikir, kok saya bisa ucapnya. Mau belajar, tidak malu bertanya kepada teman yang sudah mahir, dan tidak segan untuk mengisi waktu luangnya dengan memperlajari hal baru. Mau belajar kuncinya.
  • Bisa! Dalam dunia perusahaan swasta, bos tidak mau mendengar kata tidak bisa dari karyawannya. Beliau pun begitu, beliau berpesan, bilang saja bisa, seolah kamu pernah mengerjakaanya. Artinya bukan kita sombong, kita memang dituntut untuk belajar, cari tahu sendiri bagaiman itu bekerja, bertanya pada orang yang pernah mengerjakannya, menjadi kreatif kuncinya.  Ucapkan kalau saya bisa melakukan itu dan belajar!
  • Kreatif. Begini maksudnya. Dalam bekerja, kesan yang ditimbulkan seharusnya baik, bukan. Menurut beliau, ketika bos meminta ini dikerjakan besok tetapi kita bisa menyelesaikan hari ini, maka serahkan hari ini juga. Mengapa tidak? Apreasiasi untuk karyawan di swasta sangat tinggi tentunya. Pekerjaan yang diserahkan kepada kita, kita  upayakan dikerjakan dengan rapi dan kita paham maksud tujuan pekerjaan kita, detail, teliti, dan tida ceroboh. Ketika ada pekerjaan orang lain bisa kita kerjakan, tidak masalah, asalkan pekerjaan kita sudah selesai. Tidak perlu gengsi untuk melakukan hal yang sebenarnya bukan pekerjaan kita. Gunakan waktu luang untuk merapikan pekerjaan dan belajar hal baru. Inisiatif dan tidak hanya bengong kalau sudah tidak ada pekerjaan. Jangan menunggu sampai disuruh. 
  • Jangan sombong. Ketika dalam pekerjaan pasti ada yang suka dan ada yang tidak suka, berusahalah layaknya ilmu padi. Jangan mudah terpancing bilang "saya bisa tuh melakukan itu" Cobalah untuk berkata "saya akan coba" atau "saya belum pernah, tapi saya akan melakukan itu", atau diam tetapi pekerjaan selesa. Jangan pasang tampang, pasang hasilnya.
  • Buat perencanaan dan catatan. Hari ini kita sudah membuat rencana apa yang akan kita lakukan esok hari walau hanya sekedar catatan kecil di note, jadi tidak ada waktu terbuang. Kalau perusahaan swasta pelaporan tanggal setiap tanggal 30 ke Singapura, dan biasanya banyak karyawan yang masih menunda-nunda di awal bulan. Sebaiknya kita kerjakan di awal dan di tengah dengan sebaik-baiknya dan jangan menunda-nunda pekerjaan. Kalau ditunda di akhir-akhir akan membuat kita stress dan hasilnya bisa saja kurang maksimal.
  • Berdoa, kadang usaha yang telah dilakukan tidak sejaln dengan apa yang kita inginkan maka berdoalah selalu semoga dapat melakukan pekerjaan kita dengan baik dan hasilnya bis bermanfaat.
Beliau juga mengatakan kalau di zamannya swasta dan negeri itu berbeda. Swasta tidak mengenal kata tidak bisa, sedangkan di negeri orang bisa dan tidak bisa digaji sama rata. Jadi tidak ada apresiasi kepada orang yang bekerja. Inilah yang saya khawatirkan di dunia saya. Dari kecil saya tahu persis bagaimana pemda bekerja. 

--> Suatu hari saat saya mau pinjam alat repling (ya seperti alat untuk panjat dan turun tebing) di kantor sekitaran pemda, padahal masih jam 10 pagi, karyawannya ada yang buka soliter, ada penjual yang bebas masuk kantor menjual jajanan (apalagi ibu ibu kantor hanya pakai sandal jepit), dan ada yang merokok sambil baca koran. Sejak saat itu saya pernah bilang dalam hati, saya tidak mau jadi PNS. Tapi.. let we see later. So many things have changed here!

Di swasta, pekerjaan harus rampung sesuai target dan gaji selalu naik kalau kita memberikan sesuatu kepada perusahaan (usaha terbaik) termasuk bonus selalu mengalir. Ada penilaian di setiap pekerjaan -pekerjaan yang kita lakukan. Di negeri, semua ya sama rata seperti saya bilang.

Namun , menurut ibunya, PNS sekarang enak, gaji udah memadai, kalau tidak kerja harusnya malu. Kenaikan pangkat juga segera dipermudah dan ada uang pensiun selama belum meninggal. Enaklah (haha).

EITS, Hal yang mencengangkan malam itu adalah anaknya (SMA) tidak bayar uang sekolah sepeser pun,  dari nol uang pangkal (yang dulunya 8 juta dan SPP 500.000 perbulan) dan nol biaya bulanan. Itu sesuai kebijakan Pak Jokowi, Gubernur baru DKI Jakarta. Huwa, saya kaget setengah mati, sekolah bagus sekaliber 47 Jakarta tidak bayar dan gurunya tetap bekerja sesuai yang diinginkan pemerintah pusat, tidak ada yang berubah malah peraturannya semakin ketat (batas minimal lulus pelajaran malah 85). WOW

Teman, selesai sudah beberapa tips dan trik dalam bekerja. Tips ini tidak hanya diterapkan di mana kamu bekerja, namun dalam bermasyarakat tentunya. Tips ini juga tidak hanya berlaku untuk kamu yang bekerja di perusahaan asing atau swasta, PNS pun harusnya bisa mengaplikasikan ini. (Mungkin ini alasan Menteri Keuangan yang dulu ketat ngurusin pegawai).

SO, selamat bekerja semoga bermanfaat bagi saya dan kamu semua. (saya juga masih belajar). Jika ada tambahan tips bisa kok kamu share di komen blog ini.

Selamat tidur (sambil nepok nyamuk).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa pendapatmu atas tulisa saya di atas?