MENU

MENU : TERAS I MESSENGER OF PEACE I CURHATAN HATI I SASTRA & CERITA I PENGALAMAN HIDUP I IDE DAN TIPS I PRAMUKA I TENTANG TEGAL I


Instagram Instagram

Kamis, 08 Mei 2014

Apa itu Bahagia? Jabatan?

Apa itu bahagia menurut loe?
bahagia adalah ketika kita mampu membuat orang tua bahagia? Yups itu adalah salah satunya. Namun, masalah muncul ketika keinginan orang tua berbanding terbalik dengan keinginan kita. Lalu apakah kita akan diam saja.

Gue pernah dapat cerita di KPP di mana gue pernah magang selama sebulan lebih. Bapaknya udah tua, jabatannya adalah anggota saja, entah kenapa setua ini gak mau jadi kasi atau kepala seksi. Banyak anggota yang lebih malah jadi kepala seksi dengan gaji yang lebih tinggi. Bayangin aja, udah tua, cuma jadi anggota dan tidak punya jabatan tinggi. Beliau dihormatin karena beliau lebih tua dari yang lain dan tentu sudah tahu lapangan dong. Entah mengapa, jabatan itu gak penting di mata dia.

Pergi ke Negeri Seberang

“Imaginasi adalah segalanya. Imaginasi adalah penarik masa depan. Imaginasi lebih penting daripada pengetahuan”

Saya kutip kalimat di atas dari tulisan blog seseorang. Saya merasa yakin bahwa itu benar adanya karena Eisntein lbih tua malah jauh lebih dahulu lahir dengan segudang pengalaman dalam hidupnya. Saya akui bahwa itu benar. Aku selalu berimajinasi untuk pergi ke negara yang aku idam-idamkan, dan itu adalah China. Dari SD, SMP, saya selalu memilih negara lain yang ingin dkunjungi adalah China. Entah kenapa, film dan lagu luar yang pertama kali saya dengar adalah bahasa China. Bahasa Inggris pun masih jarang waktu saya duduk di bangku sekolah dasar. 

Saya selalu berjalan dahulu tanpa tahu bagaimana saya menghentikan langkah kaki saya atau pun saya bahkan tidak tahu kapan saya harus berhenti. Ketika saya mulai berjalan saya hanya berpikir, mengapa saya harus berhenti. Saya manusia diutus TUhan untuk memelihara bumi bukannya berdiam diri?

Senin, 28 April 2014

Menantang Dunia itu Gue

Ini hal yang gue gak habis pikir sebenarnya karena memang inilah gue. Gue ngerasa kalau dunia ini gak cukup buat gue, gue butuh lebih dari ini. Ngerasa kalau bumi ini sempit banget dan pengin keluar dari permukaannya pergi ke bulan. Inilah gue. Kadang udah dikasih enak, tapi malah nantang. Yups, gue gak bisa pungkiri kalau gue kadang ngerasa kurang bersyukur atas nikmat Allah yang sudah dikasih ke gue dan sodara-sodara gue dengan cara terus mencoba hal baru dan menantang dunia. 

Selasa, 01 April 2014

Debat Mahkamah Konstitusi Regional Tengah 25-28 Maret 2014, UNS SOLO


Mungkin ini adalah salah satu pengalaman menakjubkan gue selama ehmm 4 hari tiga malam di Solo. Ada sih yang pahit, ada juga yang menyenangkan, tapi hal yang menyenangkan lebih menakjubkan tentunya. Oke guys, gue sedih banget ketika teman se SMA gue susah banget datang ke tempat gue berada, Plis banget gue pengin banget ketemu walau cuma sedetik. Memang usia tiga tahun di SMA atau 6 tahun di SMP dan SMA tidak membuktikan kesetiaan pada pertemanan. Gue yakin ada teman-teman yang gak bisa gue bayangin, dia datang jauh dari rumah hanya untuk ketemu gue walau dia gak bisa naik motor ke kota. Memang kita gak bisa maksain temen kita untuk bersama kita dan itu harus gue yakinin kalau orang berteman kadang hanya karena butuh saja. But, let it forgotten and gone  by gone now!

Minggu, 09 Maret 2014

Ini Tentang Waktu

Detik terus bergerak dari timur ke barat seiring detakan jantungku di malam sunyi ini. ya, waktu terus berjalan walaupun kita terus mencoba untuk melangkah lebih pelan. Waktu yang tidak pernah berhenti memperingatkan kita akan tiap akibat tindakan kita di masa lalu.

Jika ada yang bertanya, apakah yang tidak pernah kembali?
Jawabannya adalah waktu. 
Lalu apakah yang tidak pernah kita lampaui walau kita ingin kejar secapat mungkin?
Jawabanya adalah waktu
Lalu apakah hal yang ingin kita lewati namun tetap saja hal itu kita lewati?
Jawabannya adalah waktu.
 Lalu apakah kita mampu mengendalikan waktu atau waktu yang mengendalikan kita?
Jawabannya adalah . . . 

Selasa, 11 Februari 2014

Setuju Presiden dari NON PARTAI (?)



Setelah merenung dan berdiam saja di bawah atap selebar sat kali dua meter dan di bawah lampu neon yang dipenuhi semut hitam kecil, saya ingin mengatakan bahwa saya benar untuk hari ini. Saya kembali menulis dan menghitung untuk orang lain. Saya yakin benar untuk hari ini dan berharap besok lebih berarti lagi. Saya kembali berpikir ulang untuk menulis kembali judul saya terkait pemilu bulan lalu (lebih tepatnya tentang keraguan saya akan pemilihan presiden tanpa menunggu pemilu legislatif). Saya kembali merenungkan setelah mendengar kalimat dan janji Pak Habibie, mantan presiden ketiga Republik Indonesia tercinta.

Beliau setuju dengan presiden independen. Saya kaget kok bisa? Setelah yang saya katakan di post sebelumnya bahwa saya takut terjadinya ketimpangan ketika presidensial tidak didukung oleh parlementer atau legislatif karena semua kebijakan pemerintah itu harus didukung parlemen jika ingin digolkan menjadi peraturan. Tentu ketika DPR tidak menyetujui beberapa rancangan kebijakan presiden, kebijakan tidak dapat diaplikasikan kepada rakyat. Itulah fungsi legislatif. Hal ini dilakukan agar kekuasaan presidensial tidak terlalu dominan dan mengalahkan legislatif yang dianggap sebagai perwakilan rakyat di pemerintahan. Sering terjadi ketidaksinkronan antara parlemen dan presiden. Namun saya kembali melihat hal lain.