Ini hal yang gue gak habis pikir sebenarnya karena memang inilah gue. Gue ngerasa kalau dunia ini gak cukup buat gue, gue butuh lebih dari ini. Ngerasa kalau bumi ini sempit banget dan pengin keluar dari permukaannya pergi ke bulan. Inilah gue. Kadang udah dikasih enak, tapi malah nantang. Yups, gue gak bisa pungkiri kalau gue kadang ngerasa kurang bersyukur atas nikmat Allah yang sudah dikasih ke gue dan sodara-sodara gue dengan cara terus mencoba hal baru dan menantang dunia.
Belajar menulis. Kelemahanku:jika menulis tidak terpatok pada satu tema, mungkin di tengah tema bisa berubah. (ini harus berubah, kan sudah dewasa). Rangkaian cerita dan serpihan pengalaman membuat kita tahu bahwa hidup itu selalu berhubungan dengan alam, karena manusia adalah bagian dari alam. Sebetulnya tidak ada yang kebetulan, tetapi keterbatasan manusia yang tak mampu untuk menghubungkan. Padahal, usaha kita akan selalu jalan dengan hasil (Namun Allah yang menentukan) Yakinlah itu Kawan
MENU
MENU : TERAS I MESSENGER OF PEACE I CURHATAN HATI I SASTRA & CERITA I PENGALAMAN HIDUP I IDE DAN TIPS I PRAMUKA I TENTANG TEGAL I
Senin, 28 April 2014
Selasa, 01 April 2014
Debat Mahkamah Konstitusi Regional Tengah 25-28 Maret 2014, UNS SOLO
Mungkin ini adalah salah satu pengalaman menakjubkan gue selama ehmm 4 hari tiga malam di Solo. Ada sih yang pahit, ada juga yang menyenangkan, tapi hal yang menyenangkan lebih menakjubkan tentunya. Oke guys, gue sedih banget ketika teman se SMA gue susah banget datang ke tempat gue berada, Plis banget gue pengin banget ketemu walau cuma sedetik. Memang usia tiga tahun di SMA atau 6 tahun di SMP dan SMA tidak membuktikan kesetiaan pada pertemanan. Gue yakin ada teman-teman yang gak bisa gue bayangin, dia datang jauh dari rumah hanya untuk ketemu gue walau dia gak bisa naik motor ke kota. Memang kita gak bisa maksain temen kita untuk bersama kita dan itu harus gue yakinin kalau orang berteman kadang hanya karena butuh saja. But, let it forgotten and gone by gone now!
Minggu, 30 Maret 2014
Gue Bangga jadi Anak Tegal
http://www.suaramerdeka.com/v2/index.php/read/cetak/2013/03/22/219227/Harus-Tekun-dan-Gigih-http://www.suaramerdeka.com/v2/index.php/read/cetak/2013/03/22/219227/Harus-Tekun-dan-Gigih-
Minggu, 09 Maret 2014
Ini Tentang Waktu
Detik terus bergerak dari timur ke barat seiring detakan jantungku di malam sunyi ini. ya, waktu terus berjalan walaupun kita terus mencoba untuk melangkah lebih pelan. Waktu yang tidak pernah berhenti memperingatkan kita akan tiap akibat tindakan kita di masa lalu.
Jika ada yang bertanya, apakah yang tidak pernah kembali?
Jawabannya adalah waktu.
Lalu apakah yang tidak pernah kita lampaui walau kita ingin kejar secapat mungkin?
Jawabanya adalah waktu
Lalu apakah hal yang ingin kita lewati namun tetap saja hal itu kita lewati?
Jawabannya adalah waktu.
Lalu apakah kita mampu mengendalikan waktu atau waktu yang mengendalikan kita?
Jawabannya adalah . . .
Selasa, 11 Februari 2014
Setuju Presiden dari NON PARTAI (?)
Setelah merenung dan berdiam saja
di bawah atap selebar sat kali dua meter dan di bawah lampu neon yang dipenuhi
semut hitam kecil, saya ingin mengatakan bahwa saya benar untuk hari ini. Saya kembali
menulis dan menghitung untuk orang lain. Saya yakin benar untuk hari ini dan
berharap besok lebih berarti lagi. Saya kembali berpikir ulang untuk menulis
kembali judul saya terkait pemilu bulan lalu (lebih tepatnya tentang keraguan
saya akan pemilihan presiden tanpa menunggu pemilu legislatif). Saya kembali
merenungkan setelah mendengar kalimat dan janji Pak Habibie, mantan presiden
ketiga Republik Indonesia tercinta.
Beliau setuju dengan presiden
independen. Saya kaget kok bisa? Setelah yang saya katakan di post sebelumnya
bahwa saya takut terjadinya ketimpangan ketika presidensial tidak didukung oleh
parlementer atau legislatif karena semua kebijakan pemerintah itu harus
didukung parlemen jika ingin digolkan menjadi peraturan. Tentu ketika DPR tidak
menyetujui beberapa rancangan kebijakan presiden, kebijakan tidak dapat
diaplikasikan kepada rakyat. Itulah fungsi legislatif. Hal ini dilakukan agar
kekuasaan presidensial tidak terlalu dominan dan mengalahkan legislatif yang dianggap
sebagai perwakilan rakyat di pemerintahan. Sering terjadi ketidaksinkronan
antara parlemen dan presiden. Namun saya kembali melihat hal lain.
Aku yang Kurang Beruntung Mungkin
Di senja sore ini, mungkin ini
hal yang membingungkan dalam hidupku karena saya selalu bingung. Kadang merasa
pilihan kita sudah mantap padahal kalau dipikir ulang kita tidak ada
apa-apanya. Ya, lihat saja teman yang lain dapat pengalaman baru bekerja di tempat
lain. Sedangkan saya? Ya, saya hanya berdiam diri di sini dengan menatap laptop
di mata. Kadang benar atau salah adalah ketika kita membandingkan dengan orang
lain. Saya merasa sangat tidak produktif
karena tidak mengaplikasikan ilmu yang pernah diberikan sewaktu diploma dan
hanya menambah ilmu yang baru tanpa mempraktikkan ilmu yang diberikan. Praktik dan
teori kadang berbeda jauh isinya tetapi tetap saja saya memilih hal yang lain. Hal
lain karena saya merasa tidak diterima di tempat saya terlebih dahulu atau saya
merasa hanya seolah-olah tidak diterima. Bagaimana tidak, ketika berada di sana
serasa di penjara. Ketika keluar saya merasa saya tidak ada apa-apanya. Saya hanya
sebongkah kayu basah tidak dapat digunakan untuk menghangatkan orang di
sekitarnya. Itulah saya saat ini. Bisnis pun saya ragu, lalu apa yang akan saya
lakukan? Memang jiwa tidak di sana (menurut saya). Sedangkan saya masih ingin
belajar. Lalu bagaimana akhirnya? Saya menjadi bahan cercaan di mana-mana. Saya
bingung menjawab apa. Saya dianggap menjadi anak yang tidak tahu berterimakasih
pada orang tua, guru, dosen, dan teman-teman. Saya sungguh ingin
mengaplikasikan ilmu saya sewaktu di diploma sembari saya belajar yang lain. Sesungguhnya
saya merasa bodoh ketika saya hanya berdiam diri saja.
Minggu, 02 Februari 2014
Pandangan Politik Aneh Gw
Ok
guys, gue tahu gue bukan orang politik dan gue butuh teman yang lain untuk
diajak konsultasi terkait situasi politik. Kalau mau ngomongin politik rasanya
aneh juga guys karena gue juga gak tahu arti dari politik. Menurut gue politik
itu cara, siasat, strategi untuk memenuhi tujuannya. Oleh karena itu, gak akan
heran orang akan melakukan apa saja demi tujuan dan ambisi dia. Menurut gue sah
sah aja dan wajar kalau orang itu berpolitik asalkan tidak menghalalkan segala
cara untuk mencapai tujuannya. Inilah yang patut untuk dipertanyakan.
Gue
pernah belajar kalau ada yang namanya penghindaran pajak atau tax avoidance.
Tax avoidance itu boleh kok dilakukan. Lho? Yaiyalah orang mau memenuhi
tujuannya agar pajak yang dibayar gak banyak-banyak banget, caranya menghindari
pajak. Itu politik guys. Toh strategi sah-sah aja. Yang dimaksud di sini adalah
menghindari pajak secara legal. Legal artinya sesuai dengan prosedur hukum dan
peraturan yang ada. Menghindari pajak di sini artinya menggunakan celah hukum.
Peraturan dibuat oleh manusia tentunya ada celah atau kelemahan di dalamnya.
Orang yang cerdas tentu akan menggunakan celah itu untuk menghindari pajak. Gue
yakin itu politik yang bener kok. Yang gak bener adalah ketika sudah aturan
yang demikian dan mereka berusaha untuk berbuat curang seperti mengurangi
penghasilan atau penjualan yang sebenarnya atau menyembunyikan dividen yang
seharusnya diberikan, dan politik kotor lainnya.
Langganan:
Postingan (Atom)