MENU

MENU : TERAS I MESSENGER OF PEACE I CURHATAN HATI I SASTRA & CERITA I PENGALAMAN HIDUP I IDE DAN TIPS I PRAMUKA I TENTANG TEGAL I


Instagram Instagram

Senin, 28 April 2014

Menantang Dunia itu Gue

Ini hal yang gue gak habis pikir sebenarnya karena memang inilah gue. Gue ngerasa kalau dunia ini gak cukup buat gue, gue butuh lebih dari ini. Ngerasa kalau bumi ini sempit banget dan pengin keluar dari permukaannya pergi ke bulan. Inilah gue. Kadang udah dikasih enak, tapi malah nantang. Yups, gue gak bisa pungkiri kalau gue kadang ngerasa kurang bersyukur atas nikmat Allah yang sudah dikasih ke gue dan sodara-sodara gue dengan cara terus mencoba hal baru dan menantang dunia. 

Selasa, 01 April 2014

Debat Mahkamah Konstitusi Regional Tengah 25-28 Maret 2014, UNS SOLO


Mungkin ini adalah salah satu pengalaman menakjubkan gue selama ehmm 4 hari tiga malam di Solo. Ada sih yang pahit, ada juga yang menyenangkan, tapi hal yang menyenangkan lebih menakjubkan tentunya. Oke guys, gue sedih banget ketika teman se SMA gue susah banget datang ke tempat gue berada, Plis banget gue pengin banget ketemu walau cuma sedetik. Memang usia tiga tahun di SMA atau 6 tahun di SMP dan SMA tidak membuktikan kesetiaan pada pertemanan. Gue yakin ada teman-teman yang gak bisa gue bayangin, dia datang jauh dari rumah hanya untuk ketemu gue walau dia gak bisa naik motor ke kota. Memang kita gak bisa maksain temen kita untuk bersama kita dan itu harus gue yakinin kalau orang berteman kadang hanya karena butuh saja. But, let it forgotten and gone  by gone now!

Minggu, 09 Maret 2014

Ini Tentang Waktu

Detik terus bergerak dari timur ke barat seiring detakan jantungku di malam sunyi ini. ya, waktu terus berjalan walaupun kita terus mencoba untuk melangkah lebih pelan. Waktu yang tidak pernah berhenti memperingatkan kita akan tiap akibat tindakan kita di masa lalu.

Jika ada yang bertanya, apakah yang tidak pernah kembali?
Jawabannya adalah waktu. 
Lalu apakah yang tidak pernah kita lampaui walau kita ingin kejar secapat mungkin?
Jawabanya adalah waktu
Lalu apakah hal yang ingin kita lewati namun tetap saja hal itu kita lewati?
Jawabannya adalah waktu.
 Lalu apakah kita mampu mengendalikan waktu atau waktu yang mengendalikan kita?
Jawabannya adalah . . . 

Selasa, 11 Februari 2014

Setuju Presiden dari NON PARTAI (?)



Setelah merenung dan berdiam saja di bawah atap selebar sat kali dua meter dan di bawah lampu neon yang dipenuhi semut hitam kecil, saya ingin mengatakan bahwa saya benar untuk hari ini. Saya kembali menulis dan menghitung untuk orang lain. Saya yakin benar untuk hari ini dan berharap besok lebih berarti lagi. Saya kembali berpikir ulang untuk menulis kembali judul saya terkait pemilu bulan lalu (lebih tepatnya tentang keraguan saya akan pemilihan presiden tanpa menunggu pemilu legislatif). Saya kembali merenungkan setelah mendengar kalimat dan janji Pak Habibie, mantan presiden ketiga Republik Indonesia tercinta.

Beliau setuju dengan presiden independen. Saya kaget kok bisa? Setelah yang saya katakan di post sebelumnya bahwa saya takut terjadinya ketimpangan ketika presidensial tidak didukung oleh parlementer atau legislatif karena semua kebijakan pemerintah itu harus didukung parlemen jika ingin digolkan menjadi peraturan. Tentu ketika DPR tidak menyetujui beberapa rancangan kebijakan presiden, kebijakan tidak dapat diaplikasikan kepada rakyat. Itulah fungsi legislatif. Hal ini dilakukan agar kekuasaan presidensial tidak terlalu dominan dan mengalahkan legislatif yang dianggap sebagai perwakilan rakyat di pemerintahan. Sering terjadi ketidaksinkronan antara parlemen dan presiden. Namun saya kembali melihat hal lain.

Aku yang Kurang Beruntung Mungkin



Di senja sore ini, mungkin ini hal yang membingungkan dalam hidupku karena saya selalu bingung. Kadang merasa pilihan kita sudah mantap padahal kalau dipikir ulang kita tidak ada apa-apanya. Ya, lihat saja teman yang lain dapat pengalaman baru bekerja di tempat lain. Sedangkan saya? Ya, saya hanya berdiam diri di sini dengan menatap laptop di mata. Kadang benar atau salah adalah ketika kita membandingkan dengan orang lain.  Saya merasa sangat tidak produktif karena tidak mengaplikasikan ilmu yang pernah diberikan sewaktu diploma dan hanya menambah ilmu yang baru tanpa mempraktikkan ilmu yang diberikan. Praktik dan teori kadang berbeda jauh isinya tetapi tetap saja saya memilih hal yang lain. Hal lain karena saya merasa tidak diterima di tempat saya terlebih dahulu atau saya merasa hanya seolah-olah tidak diterima. Bagaimana tidak, ketika berada di sana serasa di penjara. Ketika keluar saya merasa saya tidak ada apa-apanya. Saya hanya sebongkah kayu basah tidak dapat digunakan untuk menghangatkan orang di sekitarnya. Itulah saya saat ini. Bisnis pun saya ragu, lalu apa yang akan saya lakukan? Memang jiwa tidak di sana (menurut saya). Sedangkan saya masih ingin belajar. Lalu bagaimana akhirnya? Saya menjadi bahan cercaan di mana-mana. Saya bingung menjawab apa. Saya dianggap menjadi anak yang tidak tahu berterimakasih pada orang tua, guru, dosen, dan teman-teman. Saya sungguh ingin mengaplikasikan ilmu saya sewaktu di diploma sembari saya belajar yang lain. Sesungguhnya saya merasa bodoh ketika saya hanya berdiam diri saja.

Minggu, 02 Februari 2014

Pandangan Politik Aneh Gw



Ok guys, gue tahu gue bukan orang politik dan gue butuh teman yang lain untuk diajak konsultasi terkait situasi politik. Kalau mau ngomongin politik rasanya aneh juga guys karena gue juga gak tahu arti dari politik. Menurut gue politik itu cara, siasat, strategi untuk memenuhi tujuannya. Oleh karena itu, gak akan heran orang akan melakukan apa saja demi tujuan dan ambisi dia. Menurut gue sah sah aja dan wajar kalau orang itu berpolitik asalkan tidak menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Inilah yang patut untuk dipertanyakan.
Gue pernah belajar kalau ada yang namanya penghindaran pajak atau tax avoidance. Tax avoidance itu boleh kok dilakukan. Lho? Yaiyalah orang mau memenuhi tujuannya agar pajak yang dibayar gak banyak-banyak banget, caranya menghindari pajak. Itu politik guys. Toh strategi sah-sah aja. Yang dimaksud di sini adalah menghindari pajak secara legal. Legal artinya sesuai dengan prosedur hukum dan peraturan yang ada. Menghindari pajak di sini artinya menggunakan celah hukum. Peraturan dibuat oleh manusia tentunya ada celah atau kelemahan di dalamnya. Orang yang cerdas tentu akan menggunakan celah itu untuk menghindari pajak. Gue yakin itu politik yang bener kok. Yang gak bener adalah ketika sudah aturan yang demikian dan mereka berusaha untuk berbuat curang seperti mengurangi penghasilan atau penjualan yang sebenarnya atau menyembunyikan dividen yang seharusnya diberikan, dan politik kotor lainnya.