MENU

MENU : TERAS I MESSENGER OF PEACE I CURHATAN HATI I SASTRA & CERITA I PENGALAMAN HIDUP I IDE DAN TIPS I PRAMUKA I TENTANG TEGAL I


Instagram Instagram

Rabu, 03 Desember 2014

Orang Homoris itu ... Eh Humoris



Malem guys,
Gi ngaps? Duh bahasa alay kayak gini udah gak ada lagi ya gengs? Haha. Sekarang bahasa alay yang sering muncul, “gak kayak gitu keles” atau “maju mundur cantik, maju lagi cantik cantik cantik” #sambil kibas rok mini. Haha.
Saya sedang sakit guys, sakit, yah sakitnya tuh di sini (nunjuk idung ingusan), bener saya sedang kena flu, demam, mau batuk karena cuaca yang berubah dari musim kemarau menuju musim penghujan. Memang cinderella sedang sakit nih tetapi semangat untuk ngeblog tetap membara bagaikan kobaran cinta sama kamu #eaa (siapa ya? Ada deh).

Selasa, 02 Desember 2014

Perjalanan ke Beijing Part #1

Siapa yang tidak menyangka bahwa bakal ke luar negeri di umur yang dihitung masih muda, yaitu di umur 21 tahun lebih 11 bulan alias 22 tahun kurang sebulan. Apapun itu intinya terhitung masih muda bisa menginjakkan kaki di negeri orang. Itu artinya bahwa Allah itu Maha Kuasa, mengapa? karena Allah sudah mengizinkan saya menginjakkan negara yang pepatah Arab(hadist atau pepatah ya?) untuk menimba ilmu sampai ke sana, ya China atau sekarang lebih populer dengan nama Tiongkok. Ya, walau terhitung itu sebuah keberuntungan atau un usaha keras saya untuk sampai ke sana yang jelas bahwa saya telah bermimpi untuk ke negeri itu sejak saat saya kecil dan sejak saya tahu bahwa ada negara lain selain Indonesia. Alasan yang paliig logik adalah saya suka dengan film yang diperankan oleh Jetli. 

Apa itu On The Job Training?



Hai My Blog, bagaimana kabar di sana? Yang di mana ya? Yang ada di hati aja deh, haha.
Sudah sekali aku tidak membuat postingan alay di blog saya yang indah ini, ya.

Oke begini saja saya akan menceritakan hal yang paling umum dulu ya tentang pengalaman saya di buan November. Ane meninggalkan bangku kuliah dan akhirnya nguli atau ngebabu demi negara, coy. Tepatnya tanggal 10 November saya dan empat orang alumnus sekolah tinggi kamu datang ke KPP (Kantor Pelayanan Pratama) Tegal di Jalan Kolonel Sugiyono kalau tidak salah. Kami bertemu dengan Bu Toipah yang mengurus anak-anak PKL, magang, atau pun OJT di kantor. Beliau merupakan orang penting di Subbag Umum, salah bagian kantor yang mengurus hal-hal umum di luar tugas pengumpulan pajak, ya pekerjaan terkait oritentasi pegawai baru, penerimaan pegawai baru, absensi, gaji pegawai, surat-menyurat, yah hal umum di bagian belakang kantor, yang mengurus dan melayani pegawai di kantor. Alhamdulillah, kami tidak pernah sekalipun bertemu dengan kepala kantor sampai detik ini. Kepala Subbag Umum pun tidak mengatakan apapun kepada kami, kami hanya bertemu dengan bu Toipah lalu menunggu dibuatkan surat atau nota dinas bahwasanya kami akan OJT (On the Job Training) di kantor selama kurang lebih minimal emapt bulan.

Kamis, 23 Oktober 2014

Mark Zuckerberg


About

Mark Zuckerberg

Business Person

Mark Elliot Zuckerberg (born May 14, 1984) is an American computer programmer and Internet entrepreneur. He is best known as one of five co-founders of the social networking website Facebook. As of April 2013, Zuckerberg is the chairman and chief executive of Facebook, Inc. and his personal wealth, as of July 2014, is estimated to be $33.1 billion. Mark Zuckerberg receives a one-dollar salary as CEO of Facebook.
Together with his college roommates and fellow Harvard University students Eduardo Saverin, Andrew McCollum,Dustin Moskovitz, and Chris Hughes, Zuckerberg launched Facebook from Harvard's dormitory rooms. The group then introduced Facebook onto other campuses nationwide and moved to Palo Alto, California shortly afterwards. In 2007, at the age of 23, Zuckerberg became a billionaire as a result of Facebook's success. The number of Facebook users worldwide reached a total of one billion in 2012. Zuckerberg was involved in various legal disputes that were initiated by others in the group, who claimed a share of the company based upon their involvement during the development phase of Facebook.
Since 2010, Time magazine has named Zuckerberg among the 100 wealthiest and most influential people in the world as a part of its Person of the Year distinction. In 2011, Zuckerberg ranked first on the list of the "Most Influential Jews in the World" by The Jerusalem Post and has since topped the list every year as of 2013. Zuckerberg was played by actor Jesse Eisenberg in the 2010 film The Social Network, in which the rise of Facebook is portrayed.

Kamis, 16 Oktober 2014

Jogja in Memory #1


Lucu-Lucuan Akhirnya Kebawa Suasana

Sebenarnya banyak hal lucu dan membahagiakan selama saya tinggal di Jogja yang ingin saya ceritakan setiap harinya. Namun, tidak setiap hari saya menulis cerita tentang indahnya hidup di sana setiap waktu, bukan. Setiap hembusan nafasa dan setiap detap langkahku di sana membuktikan bahwa saya mampu lebih dari orang biasa.

Senin, 13 Oktober 2014

MAnusia dan Hatinya



Perasaan manusia memang tidak mudah ditebak seperti menjawab pertanyaan matematika yang sudah mempunyai rumus pasti. Perasaan manusia kadang tidak mudah diterka layaknya menerka jalan mana yang akan kita tuju menuju rumah. Namun, itulah indahnya rasa, ya tidak mudah ditebak, tidak mudah diterka, tidak mudah dimengerti, dan bahkan sulit untuk dikendalikan. Pernahkah kita berpikir mengapa perasaan itu datang kepada kita atau mengapa kita sangat sulit mengendalikan perasaan itu.

Jumat, 10 Oktober 2014

Titik keadaan yang membingungkan

Salam.
Selamat malam semua.
Sudah cukup lama ya tangan jemari ini tidak menorehkan kalimat-kalimat penyesalan atau cacian dan makian. Saya sekarang sudah kembali ke rumah, tempat tinggal yang sebenarnya. Sungguh saya ingin merajut asa menggunakan tenaga, pkiran, dan tangan sendiri, tetapi saya sendiri pun tidak mampu membuat diri ini percaya bahwa ini mampu saya lakukan. Entah karena omongan orang lan yang akan mencemooh saya di kemudian hari, saya sungguh sangat takut, Terlebih saya sangat takut pada orang tua saya. Saya bingung sekali sekarang, kadang apakah harus memilih menjadi orang yang menentang terus atau terus menuntut terus kepada orang tua? Say teramat bingung, sungguh, tidak mampu pikiran ini menerawang ke depan. Saya tidak sanggup menjadi seperti itu. Ingin saya memutar waktu, tetapi itu tidak mungkin saya lakukan. saya harus berbuat apa ya Tuhan? Tolong bantu hamba ini.