Entah bagaimana caranya aku bisa bangun pagi jam setengah empat dan tidak tidur kembali. Walau akhirnya sekitar jam lima pagi aku menitikkan air matan. Aku menulis kata demi kata di atas blogku dan aku hampir mati menahan tangis sendiri. Kucoba meraih telpon genggamku dan kupencet nomor Bapak.
Aku menanyakan, apakah ibu setuju dengan hasil kemarin? Jujur dalam hati terdalam aku selalu bertanya--> Kenapa aku masih ada di sini padahal aku tidak suka. Kenapa? (Jujur, saat nulis ini, aku pengin nangis banget). Bapak bilang, bapak gak tahu, semua keputusan ada di ibu.

